Pagiku merajuk kelam
Setelah tahajudku mulai tenggelam
Matahari yang kutunggu mulai tak bersahabat
Khawatir ia datang dari arah kiblat
Qolbuku mulai berkabut
Teringat amal baru selutut
Akupun padam,
Tapi, entahlah !
Mungkin karena bumiku terlalu lama merana
Enggan mengadu kepada khalifahnya
Fasaadu fil barri wal bahri bukanlah jenaka
Tapi lonceng dari Ya Malikul Mulk
Bila bumiku berhenti berputar
Pasti semesta seperti bergulung tikar
Niscaya terompet terdengar menggelegar
Oh.... Nestapanya !
Jika bumiku telah tamat
Manusia pun tak bertempat
Mereka bak anai yang diterbangkan
Terlibas pasak-pasak bumi yang dihamburkan
Ya Allah...
Engkau begitu besar
Janjimu juga benar
Mana mungkin bumi terus berputar
Jika syukur tak pernah diumbar
Mana mungkin mahsyar akan selamat
Jika
jasad selalu menyiakan solat
Senin, 26 Desember 2022
BILA BUMIKU BERHENTI BERPUTAR
Sabtu, 19 Desember 2020
MASA HANGAT YANG HILANG
Izinkan aku menyampaikan pesan
Padamu yang jauh
kesan rinduku di masa yang lalu
dimasa kecil yang tak pernah lekang
Kini terus mengekang lazimnya sakit sebuah kenyataan
Padamu yang jauh
kesan rinduku di masa yang lalu
dimasa kecil yang tak pernah lekang
Kini terus mengekang lazimnya sakit sebuah kenyataan
Andai kau dan aku bisa datang pada masa mendatang datang
Tak 'kan ada yang tersisa untuk luahkan banyak cerita
Di kala-kala sulit kita tumbuh menjadi dewasa
Tuhan, aku kaku bercerita
Doa hangatku ingin ku bisikkan di sela perintah-Mu
Kau jaga dia,
Kau kuatkan dia,
Kau sehatkan dia,
Kau kembalikan keyakinannya agar ada asa pada masa sulitnya
Aku mengerti,
Ini sebuah uji-Mu
untuk meluruhkan dosa-dosanya
untuk membuatnya lebih baik,
Tapi.....
Aku mohon kembalikan masa hangat yang hilang
masa kecil yang hangatku
Bersama dia yang telah lama berjuang
Melawan rasa sakit dirinya sendiri
Menahan sabar dan tabah atas ujiMu
Tuhan....!
Bila pintaku salah
berilah tunjuk kepadaku meyakini tentang dia
tentang kesembuhannya; biar singgah tenang padaku
pada masa hangat yang telah lama hilang
Label:
12 Desember 2020,
Puisi
Minggu, 31 Mei 2015
HATI PERANTAUANKU
Terlalu lama aku berpura
Mati tak berlagu
Menahan amarah
Menahan cemburu
Menahan rindu
Sepertinya oleng menggerutu
Kini aku bagai belajar bisu
Merindu rasa setelah berteka-teki dalam mauku
Sekujur malam aku hanya mampu membilang
Tanggal dimana kau akan hilang
Tinggalkan aku dengan pesan hatimu
Aku sadar...
Meski sayang tak dapat ku layang
Meski sayang tak sanggup ku bayang
Tapi kau adalah terbaik di perantauanku
Betapa dalam aku terlempar
Terkubur jauh siksa pesan hati
Selalu bertemankan azab yang menderaku
Aku tak mampu jadi biasa
Karena kau selalu hadir dalam ingatanku
Kau yang menghitung waktuku
Kau yang mendikte langkahku
Kau juga yang bangun dan tidurkan aku
Lantas, bagaimana bisa aku tanpamu !
Aku masih butuh hadirmu, untuk melengkapi rasaku
Menyempurnakan pesan hatiku
Menjaga pesan hatimu
Sampai aku dan kau memang benar-benar tak bisa bersama
Konon hidup kita tak mungkin berpadu
Kau tetap bukan sekedar titian
Sedapat mungkin kaulah kini asaku
Walaupun aku tahu sakitnya tak kan pernah berlalu
Engkaulah masa-masa yang ku rindu
Engkaulah hati perantauanku
Mati tak berlagu
Menahan amarah
Menahan cemburu
Menahan rindu
Sepertinya oleng menggerutu
Kini aku bagai belajar bisu
Merindu rasa setelah berteka-teki dalam mauku
Sekujur malam aku hanya mampu membilang
Tanggal dimana kau akan hilang
Tinggalkan aku dengan pesan hatimu
Aku sadar...
Meski sayang tak dapat ku layang
Meski sayang tak sanggup ku bayang
Tapi kau adalah terbaik di perantauanku
Betapa dalam aku terlempar
Terkubur jauh siksa pesan hati
Selalu bertemankan azab yang menderaku
Aku tak mampu jadi biasa
Karena kau selalu hadir dalam ingatanku
Kau yang menghitung waktuku
Kau yang mendikte langkahku
Kau juga yang bangun dan tidurkan aku
Lantas, bagaimana bisa aku tanpamu !
Aku masih butuh hadirmu, untuk melengkapi rasaku
Menyempurnakan pesan hatiku
Menjaga pesan hatimu
Sampai aku dan kau memang benar-benar tak bisa bersama
Konon hidup kita tak mungkin berpadu
Kau tetap bukan sekedar titian
Sedapat mungkin kaulah kini asaku
Walaupun aku tahu sakitnya tak kan pernah berlalu
Engkaulah masa-masa yang ku rindu
Engkaulah hati perantauanku
Kamis, 11 Agustus 2011
RINDU (Part II)
Ku mampu hapuskan siang
Ku mampu tutupi malam
Aku sanggup lunturkan terang
Aku juga sanggup baurkan kelam.
Semuanya mampu ku taklukkan......
Itu mudah bagiku
Meski pilu lagukan syahdu
Tapi sempurnanya aku hanya denganmu
Tak seperti ini......, aku harus menahan rindu !!!
Melalui bait ini
Aku lemah tak berarti
Ingat akan yang tersimpan
Ingat akan semua kenangan
Beginilah aku......
Seonggok dengan kelemahan yang tak dapat dipadam
Seperti melewati hidup tanpa titian
Kosong diruang kehidupan
Beginilah aku dengan rindu membilah kaku
Ku mampu tutupi malam
Aku sanggup lunturkan terang
Aku juga sanggup baurkan kelam.
Semuanya mampu ku taklukkan......
Itu mudah bagiku
Meski pilu lagukan syahdu
Tapi sempurnanya aku hanya denganmu
Tak seperti ini......, aku harus menahan rindu !!!
Melalui bait ini
Aku lemah tak berarti
Ingat akan yang tersimpan
Ingat akan semua kenangan
Beginilah aku......
Seonggok dengan kelemahan yang tak dapat dipadam
Seperti melewati hidup tanpa titian
Kosong diruang kehidupan
Beginilah aku dengan rindu membilah kaku
AKU MANUSIA BIASA
Hingar bingar hati
Lunglai tak tembuskan hari
Lemah tak berseri.
Lihat aku & cinta yang tak mampu ku jalani,
Tak mampu kutuliskan di batang hari,
Ini karena rasa yang luar biasa,
Tak sanggup ku paparkan dalam cinta.
Telah ku coba tetap tak bisa
Semua hanya ada dalam paruhan jiwa
Yang gugup bergeming hantukan rasa
Membunuh nada hentakkan raga
Mencuri alun hentikan irama tuk berdua
Walau demikian
Kau telah mampu menulis kesan dalam pertemuan
Memang ini biasa
Tapi ini berdosa
Berdosa pada mereka berdua
Berdosa karena mengkhianitinya
Semua sungguh singkat dan cepat
Dan bahkan seperti kilat yang tak berbilang empat (7-9)
Maafkan aku karena aku manusia biasa
Lunglai tak tembuskan hari
Lemah tak berseri.
Lihat aku & cinta yang tak mampu ku jalani,
Tak mampu kutuliskan di batang hari,
Ini karena rasa yang luar biasa,
Tak sanggup ku paparkan dalam cinta.
Telah ku coba tetap tak bisa
Semua hanya ada dalam paruhan jiwa
Yang gugup bergeming hantukan rasa
Membunuh nada hentakkan raga
Mencuri alun hentikan irama tuk berdua
Walau demikian
Kau telah mampu menulis kesan dalam pertemuan
Memang ini biasa
Tapi ini berdosa
Berdosa pada mereka berdua
Berdosa karena mengkhianitinya
Semua sungguh singkat dan cepat
Dan bahkan seperti kilat yang tak berbilang empat (7-9)
Maafkan aku karena aku manusia biasa
Minggu, 30 Januari 2011
KABARI AKU
Kabari aku bila kau sakit
Kabari aku bila kau luka
Dan....
Kabari aku juga bila kau dapat bahagia.
Kali ini,
Kau tiba-tiba melupakanku
untuk masamu yang tak pernah ku tahu, tapi untuk apa ?
Memberi ku sebab kau juga tidak !
Kau tahu diriku
Insan yang slalu berteman dengan mengapa,
Namun kau tetap slalu tak menjagaku.
Kau boleh tanpaku, setidaknya aku tahu.
Jangan pernah kau hadir disela sibukku bila masamu surut, karena itu membuatku "tak seperti aku".
Aku juga tak menghukumimu
Apalagi menghakimi
Karena aku bukan hakim atasmu
Aku hanya ingin kau kabariku selalu tentang dan cerita-ceritamu.
Kabari aku bila kau luka
Dan....
Kabari aku juga bila kau dapat bahagia.
Kali ini,
Kau tiba-tiba melupakanku
untuk masamu yang tak pernah ku tahu, tapi untuk apa ?
Memberi ku sebab kau juga tidak !
Kau tahu diriku
Insan yang slalu berteman dengan mengapa,
Namun kau tetap slalu tak menjagaku.
Kau boleh tanpaku, setidaknya aku tahu.
Jangan pernah kau hadir disela sibukku bila masamu surut, karena itu membuatku "tak seperti aku".
Aku juga tak menghukumimu
Apalagi menghakimi
Karena aku bukan hakim atasmu
Aku hanya ingin kau kabariku selalu tentang dan cerita-ceritamu.
Rabu, 18 Agustus 2010
Semua Untuk "I Love U"
Kemaren...
Baru saja aku berbisik kepadamu
Menulis kata i love u
Pada hatimu yang belum mejadi salju
Pada diri yang belum baiduri
Waktu itu kau begitu mengusik
Sepeti kau raja di hatiku
Dan aku....hanya jelata
yang terus kau paksa melata di jeruji cintamu
Walau begtiu...
Tak pernah bagiku untuk pergi
Memberi jarak di hati
Menembus beningnya asa
ungkapan i love u
dalam rongga dan mhkota.
Karena dirimu, aku penuh arti
Karena sifatmu, aku penuh benci
Karena kau dan aku, tak pernah mengerti
Semua untuk i love u.....
Baru saja aku berbisik kepadamu
Menulis kata i love u
Pada hatimu yang belum mejadi salju
Pada diri yang belum baiduri
Waktu itu kau begitu mengusik
Sepeti kau raja di hatiku
Dan aku....hanya jelata
yang terus kau paksa melata di jeruji cintamu
Walau begtiu...
Tak pernah bagiku untuk pergi
Memberi jarak di hati
Menembus beningnya asa
ungkapan i love u
dalam rongga dan mhkota.
Karena dirimu, aku penuh arti
Karena sifatmu, aku penuh benci
Karena kau dan aku, tak pernah mengerti
Semua untuk i love u.....
Selasa, 09 Maret 2010
Kado Ultah-Q (23)
Sebelum senja pergi
Tiba-tiba “awan hitam” mengepul seperti gumpalan asap
Membaluti jejak akhir hari yang terlewati
Menepi menyudutkanku
Mengantarkan aku memasuki malam
Tapi...
Aku hanya pasrah.
Melewatinya.........membuat aku menikmati sakit,
sembari menangisi hariku
Pedih rasanya aku untuk menyibak membuat itu pergi
Karena itu adalah hari ulang tahunku.
Tiada “buah” untukku
Selain dering yang menertawakan
Selain ucapan selamat yang tak perlu di dengarkan
Aku semakin tak mengerti
Tuhan seperti menghukumiku
Menyuruh tangis membaluti
Sedih dan kecewa hanya yang menemani
Tapi itulah kado ulang tahunku
Tiba-tiba “awan hitam” mengepul seperti gumpalan asap
Membaluti jejak akhir hari yang terlewati
Menepi menyudutkanku
Mengantarkan aku memasuki malam
Tapi...
Aku hanya pasrah.
Melewatinya.........membuat aku menikmati sakit,
sembari menangisi hariku
Pedih rasanya aku untuk menyibak membuat itu pergi
Karena itu adalah hari ulang tahunku.
Tiada “buah” untukku
Selain dering yang menertawakan
Selain ucapan selamat yang tak perlu di dengarkan
Aku semakin tak mengerti
Tuhan seperti menghukumiku
Menyuruh tangis membaluti
Sedih dan kecewa hanya yang menemani
Tapi itulah kado ulang tahunku
Sabtu, 19 Desember 2009
RINDU
Saat senja tinggalkan ku
Aku mulai resah mencari celah
Menempatkan pilu, menepikan rindu
Menyisih asa ku'kan yakin selalu
bhwa
Mampuku membangun impi.
Tapi...
Aku malah terjebak
dalam rasa yang kadang menyiksa mimpi
Membunuh hariku
Mengalahkan waktuku
"sapa rinduku"
Bila malam menjemputku
Yang ku tahu
Ku harus memikirknmu
Aku harus menghadirkan bayanganmu tuk
selalu temaniku
Tapi, semua malah pergi dalam perih ini
Pergi menyeretkanku, sampai aku
terbata-bata memasuki malam
Sampai sedihku tak mmpu lagi meronta memulihkan rindu
Jauh dari harapku,
Aku hanya dapat menyapa bahwasannya
Aku rindu...
Aku mulai resah mencari celah
Menempatkan pilu, menepikan rindu
Menyisih asa ku'kan yakin selalu
bhwa
Mampuku membangun impi.
Tapi...
Aku malah terjebak
dalam rasa yang kadang menyiksa mimpi
Membunuh hariku
Mengalahkan waktuku
"sapa rinduku"
Bila malam menjemputku
Yang ku tahu
Ku harus memikirknmu
Aku harus menghadirkan bayanganmu tuk
selalu temaniku
Tapi, semua malah pergi dalam perih ini
Pergi menyeretkanku, sampai aku
terbata-bata memasuki malam
Sampai sedihku tak mmpu lagi meronta memulihkan rindu
Jauh dari harapku,
Aku hanya dapat menyapa bahwasannya
Aku rindu...
Kamis, 17 Desember 2009
"TONE PONSEL-KU"
Tiap "tone" yang terdengar di ponsel-ku
Aku slalu berharap itu adalah kamu
Aku harap itu pesanmu
Dan itu panggilanmu
Tapi aku keliru
Itu bukan kamu.......
Saat ku ingin tiada "tone" yang terdengar untuk-ku
Aku tetap salah
Karena aku terlalu polos
Untuk selalu jujur padamu.....
Andai aku sanggup berbohong pasti semua akan baik-baik saja
Tapi itu bukan aku
Karena ku ingin bersih dalam cintamu
Dan...Kau miliki marah itu wajar sebab aku memang salah...
Aku slalu berharap itu adalah kamu
Aku harap itu pesanmu
Dan itu panggilanmu
Tapi aku keliru
Itu bukan kamu.......
Saat ku ingin tiada "tone" yang terdengar untuk-ku
Aku tetap salah
Karena aku terlalu polos
Untuk selalu jujur padamu.....
Andai aku sanggup berbohong pasti semua akan baik-baik saja
Tapi itu bukan aku
Karena ku ingin bersih dalam cintamu
Dan...Kau miliki marah itu wajar sebab aku memang salah...
Kamis, 29 Oktober 2009
ITU JUGA KARENA AKU
Jangan biarkan hati ini lelah
Jangan biar sampai hati ini patah
Walau gelap jangan biarkan lelap.
Saat lelah, jangan mengeluh
Ku ingin semua tetap terjaga
bak lentera...slalu temani diri, tentramkan hati.
Mungkin kau & aku sering tesakiti, itu aku yang tak pernah bisa mengerti hatimu,
Selalu aku yang menyakitimu, itu juga karena aku yang inginkan sayangmu slalu ada untukku.
Ku juga tahu.
Keberadaanku ada dalam ketiadaanmu, selalu jarang dan sepi tuk tetap disisimu.
Tapi...
Aku harap kau tak pernah puas menjaga hatiku, kendati pun aku slalu begitu...
Sungguh aku ingin didekatmu selalu,
Itu juga karena aku.
Bila hatimu tak mampu sadari itu
Ku ingin Tuhanmu slalu bilang bahwa
hatiku hanya terisikan cintamu
Meski hadirku tak seperti mereka-mereka
Tapi, Tuhanmu selalu tahu aku hanya menyayangi dirimu,
Sayang...!!!
Jangan biar sampai hati ini patah
Walau gelap jangan biarkan lelap.
Saat lelah, jangan mengeluh
Ku ingin semua tetap terjaga
bak lentera...slalu temani diri, tentramkan hati.
Mungkin kau & aku sering tesakiti, itu aku yang tak pernah bisa mengerti hatimu,
Selalu aku yang menyakitimu, itu juga karena aku yang inginkan sayangmu slalu ada untukku.
Ku juga tahu.
Keberadaanku ada dalam ketiadaanmu, selalu jarang dan sepi tuk tetap disisimu.
Tapi...
Aku harap kau tak pernah puas menjaga hatiku, kendati pun aku slalu begitu...
Sungguh aku ingin didekatmu selalu,
Itu juga karena aku.
Bila hatimu tak mampu sadari itu
Ku ingin Tuhanmu slalu bilang bahwa
hatiku hanya terisikan cintamu
Meski hadirku tak seperti mereka-mereka
Tapi, Tuhanmu selalu tahu aku hanya menyayangi dirimu,
Sayang...!!!
Senin, 26 Oktober 2009
TAPI INI BEDA !!!
Nafas ini serasa berdetak
Dan nadi ini serasa mendengus
Bila...!
Bila semua hati tak sanggup lagi bernyanyi.
Andai saja,
Ini adalah kemaren !
tentu hati ini lebih bahagia. Leluasa menemani rasa
Tapi ini beda !,
Semua tidak begitu saja.
Betapa pun aku inginkan dirimu
Aku tetap tak ingin lukainya
Dan aku juga tahu, kau pun tak kan pernah setuju sakiti insan.
Biarlah...rasa ini ku gantung dalam untaian doa.
Ku tulis dalam lukisan Yang Esa.
Tuk jawab semua asa ini.
Dan nadi ini serasa mendengus
Bila...!
Bila semua hati tak sanggup lagi bernyanyi.
Andai saja,
Ini adalah kemaren !
tentu hati ini lebih bahagia. Leluasa menemani rasa
Tapi ini beda !,
Semua tidak begitu saja.
Betapa pun aku inginkan dirimu
Aku tetap tak ingin lukainya
Dan aku juga tahu, kau pun tak kan pernah setuju sakiti insan.
Biarlah...rasa ini ku gantung dalam untaian doa.
Ku tulis dalam lukisan Yang Esa.
Tuk jawab semua asa ini.
Sabtu, 15 Agustus 2009
SADAR DIRI
Kau tahu
Melupakanmu tidak indah
Mecintaimu juga tidak mudah
Apalagi jika aku harus meminta hadirmu di pesta gundahku tuk jadi penjawa risau ini
Aku juga tahu
Kau tak mungkin obati hatiku
Sedangkan mengagumi saja kau tak pernah.
Andai semua ada, itu hanya rasa ibamu terhadap perasaan ku.
Kau terlalu menjaga, seakan tak pernah mengusik keberadaanku. Tapi adanya aku hanya bopeng luka yang menutupimu,
Bopeng yang akan lepas setelah sembuhmu.
Bopeng yang akan terbuag dari bahagiamu.
Biarlah...
Biarlah kau terus menipui aku
Sampai apa yang kau cari bisa kau dapati
Sampai aku mampu pergi bila bahagiamu datang menjemput
Emang perhatian ini tak cukup untuk kau mengerti
Apalagi tingkah yang selalu mengusik, tak kan pernah bisa membuat mu mebangun asa, apalagi cinta.
Mungkin bagimu, aku hanya benalu dalam kehidupan. Terus menumpang pada cintamu dan berusaha ada cinta untukku
Apakah aku terlalu ego tuk mencintaimu ? Atau apakah aku insan yang tak sadar diri tehadap kebahagianmu ?
Tapi maaf...aku sungguh mecintaimu.
Melupakanmu tidak indah
Mecintaimu juga tidak mudah
Apalagi jika aku harus meminta hadirmu di pesta gundahku tuk jadi penjawa risau ini
Aku juga tahu
Kau tak mungkin obati hatiku
Sedangkan mengagumi saja kau tak pernah.
Andai semua ada, itu hanya rasa ibamu terhadap perasaan ku.
Kau terlalu menjaga, seakan tak pernah mengusik keberadaanku. Tapi adanya aku hanya bopeng luka yang menutupimu,
Bopeng yang akan lepas setelah sembuhmu.
Bopeng yang akan terbuag dari bahagiamu.
Biarlah...
Biarlah kau terus menipui aku
Sampai apa yang kau cari bisa kau dapati
Sampai aku mampu pergi bila bahagiamu datang menjemput
Emang perhatian ini tak cukup untuk kau mengerti
Apalagi tingkah yang selalu mengusik, tak kan pernah bisa membuat mu mebangun asa, apalagi cinta.
Mungkin bagimu, aku hanya benalu dalam kehidupan. Terus menumpang pada cintamu dan berusaha ada cinta untukku
Apakah aku terlalu ego tuk mencintaimu ? Atau apakah aku insan yang tak sadar diri tehadap kebahagianmu ?
Tapi maaf...aku sungguh mecintaimu.
Minggu, 09 Agustus 2009
ALBUM FOTO FIKRI
Arsipan foto-foto Fikri...
Download fotonya disini aza.
Foto Ke Sei Kakap & Baksos
Ditempat KKU
Ditempat KKU 2
Foto di depan atas tempat KKU (Az, Mi-, Nr, Mba Ning and Me)
Foto Lomba di Masjid At-Taqwa sewaktu KKU
Pengecatan Nama di Masjid At-Taqwa di tempat KKU
Foto Sebelum Pulang di Tempat KKU
Perpisahan dengan ibu Pengajian di Tempat KKU
Bocah Lebaran (Sy, Dn, Nr, Ndy, Abg & Ij
Foto i Bukit Lampu dan Pian Duyung pada Id 1430
Foto di Tugu Khatulistiwa
Foto di Punggur dengan Izwan
Foto di Kedokteran Untan + Mubes HPMN + di Mega Mall
Foto di Singkawang with Iz1
Download fotonya disini aza.
Foto Ke Sei Kakap & Baksos
Ditempat KKU
Ditempat KKU 2
Foto di depan atas tempat KKU (Az, Mi-, Nr, Mba Ning and Me)
Foto Lomba di Masjid At-Taqwa sewaktu KKU
Pengecatan Nama di Masjid At-Taqwa di tempat KKU
Foto Sebelum Pulang di Tempat KKU
Perpisahan dengan ibu Pengajian di Tempat KKU
Bocah Lebaran (Sy, Dn, Nr, Ndy, Abg & Ij
Foto i Bukit Lampu dan Pian Duyung pada Id 1430
Foto di Tugu Khatulistiwa
Foto di Punggur dengan Izwan
Foto di Kedokteran Untan + Mubes HPMN + di Mega Mall
Foto di Singkawang with Iz1
Kamis, 25 Juni 2009
KAU SEMAKIN JAUH
Tiada lagi yang bakal tercipta
Saat kau semakin jauh.
Padahal hati ku selalu menangis, dibalik ruang yang telah kita lalui selama ini.
Andai kau tetap disini...
tentu aku lebih mudah menengadah isi hatiku
menceritakan luka bila tanpamu.
Tapi semua begitu
Kau semakin jauh
memberi jarak padaku
Seolah asing bila melihatku
Sungguh aku ingin kau mendengar
Jerit perih ini
Jerit tangis hatiku
Bila kau terus menjauh
Kau tahu...!!!
Bahwa waktu yang tersisa begitu sedikit
Andai semua ini terus tersimpan tentu semua akan menjadi sakit
Sakit tanpa ada cerita
Sakit tanpa cinta
Saat kau semakin jauh.
Padahal hati ku selalu menangis, dibalik ruang yang telah kita lalui selama ini.
Andai kau tetap disini...
tentu aku lebih mudah menengadah isi hatiku
menceritakan luka bila tanpamu.
Tapi semua begitu
Kau semakin jauh
memberi jarak padaku
Seolah asing bila melihatku
Sungguh aku ingin kau mendengar
Jerit perih ini
Jerit tangis hatiku
Bila kau terus menjauh
Kau tahu...!!!
Bahwa waktu yang tersisa begitu sedikit
Andai semua ini terus tersimpan tentu semua akan menjadi sakit
Sakit tanpa ada cerita
Sakit tanpa cinta
Selasa, 23 Juni 2009
KARAOKE YUKS
Wow...sedang karoke nich kayaknya. Tapi kok suaranya mentok-mentok. Kayaknya harus banyak belajar vokal biar suaranya merdu. N' suaranya bisa seperti Pangeran Dangdut Ridho Roma. Gak seperti ini malah jelek-jelekin karya orang lain. Kalo sampe tahu yang ciptanya, duh...pasti barabe. Urusannya pasti sampe ke Meja Hijau (Skripsi kali).Gak masalah yang peting berani mencoba n' bisa happy...
DOWNLOAD VIDEO DISINI
Senin, 08 Juni 2009
LEWAT PUISIKU
Aku bingung pada hatiku
Apa dan kenapa aku ?
Kadang ada, kadang pula tiada,
Dia begitu terasa
dia cinta, begitu kata hatiku.
Dalam waktu-waktuku
Aku terus mencintainya
Walau beda, tak seperti sewajarnya.
Inilah Cintaku:
lewat puisiku, lewat khayalku
Semakin banyak detik yang terlewati
Semakin aku tercuri tuk memilikinya. Takut,
dan takut semuanya akan berlalu
Aku berjanji pada perasaanku
Bila nanti aku pergi, hatiku tak ingn lari tinggalkannya
Biar sampai mati pun kan ku simpan slalu dihatiku.
Baik disaat kita berbagi suka, ataupun
diwaktu kita menghapus luka
Karena bagiku
Kaulah sosok terindah dalam ruang hari-hariku
Apa dan kenapa aku ?
Kadang ada, kadang pula tiada,
Dia begitu terasa
dia cinta, begitu kata hatiku.
Dalam waktu-waktuku
Aku terus mencintainya
Walau beda, tak seperti sewajarnya.
Inilah Cintaku:
lewat puisiku, lewat khayalku
Semakin banyak detik yang terlewati
Semakin aku tercuri tuk memilikinya. Takut,
dan takut semuanya akan berlalu
Aku berjanji pada perasaanku
Bila nanti aku pergi, hatiku tak ingn lari tinggalkannya
Biar sampai mati pun kan ku simpan slalu dihatiku.
Baik disaat kita berbagi suka, ataupun
diwaktu kita menghapus luka
Karena bagiku
Kaulah sosok terindah dalam ruang hari-hariku
Rabu, 03 Juni 2009
YANG PENTING HAPPY
Hidup gak bakalan asyik kalo cuma ini dan itu aja. Untuk itu hidup perlu refreshing walau hanya 1 atau 2 jam saja. Itulah keputusan kami (Nd, Az, Ii & Q) saat sebelum pergi renang. Disini betapa senangnya hati kami menghabiskan waktu untuk itu.
Tepat jam 4'n kami sudah masuk dikolom renag. Sebelum masuk kami terlebih dahulu harus membayar HTM. Kami yang pada waktu itu dilanda riang; kesana kemari dikolam renang, foto sana foto sini tak membuat kami mudah capek karena yang ada dihati kami pada waktu itu "yang penting happy". Kami juga sempat membuat Video Kenang-Kenangan yang hanya berdurasi 20 detik. Aku pribadi merupakan kali pertamanya pergi renang di kolam ini, begitu juga ungkap Az dan Ii. Sedangkan Nd, udah keseringan katanya, yang sampe-sampe dikenal sebagai pelatih renang (gadungan). Lihat aja dikolom itu, Sang Pelatih kami begitu semangat untuk melatih kami (hehehe). Pokoknya hari itu merupakan hari-hari buat kami senang-senang dan mengukir kenangan dihari tua nantinya. Sekitar jam 05.20 kami pun meninggalkan kolam renang GOR Pangsuma ini menuju masjid kampus kami.
Tepat jam 4'n kami sudah masuk dikolom renag. Sebelum masuk kami terlebih dahulu harus membayar HTM. Kami yang pada waktu itu dilanda riang; kesana kemari dikolam renang, foto sana foto sini tak membuat kami mudah capek karena yang ada dihati kami pada waktu itu "yang penting happy". Kami juga sempat membuat Video Kenang-Kenangan yang hanya berdurasi 20 detik. Aku pribadi merupakan kali pertamanya pergi renang di kolam ini, begitu juga ungkap Az dan Ii. Sedangkan Nd, udah keseringan katanya, yang sampe-sampe dikenal sebagai pelatih renang (gadungan). Lihat aja dikolom itu, Sang Pelatih kami begitu semangat untuk melatih kami (hehehe). Pokoknya hari itu merupakan hari-hari buat kami senang-senang dan mengukir kenangan dihari tua nantinya. Sekitar jam 05.20 kami pun meninggalkan kolam renang GOR Pangsuma ini menuju masjid kampus kami.
Sabtu, 16 Mei 2009
KHAYALKU (LOONELY)
Ku coba tepis semua rinduku
Ku coba hapus semua anganku
berharap semua cepat berlalu
Khayalku tuk miliki dirimu
Ku coba tepis semua rinduku
Ku coba hapus semua anganku
berharap semua cepat berlalu
Khayalku tuk miliki dirimu
Lupakan mu jauh
Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkan ku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku
Oh Tuhan tolong jawab anganku
Rasa ini terus menyiksaku
Matikan cinta tuk harapan yang palsu
Yakin kan perih kan membunuh ku
Lupakan mu jauh
Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkan ku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku
Oooh....Lupakan mu jauh
Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkan ku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku
Jauh
Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkan ku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku
Ku coba hapus semua anganku
berharap semua cepat berlalu
Khayalku tuk miliki dirimu
Ku coba tepis semua rinduku
Ku coba hapus semua anganku
berharap semua cepat berlalu
Khayalku tuk miliki dirimu
Lupakan mu jauh
Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkan ku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku
Oh Tuhan tolong jawab anganku
Rasa ini terus menyiksaku
Matikan cinta tuk harapan yang palsu
Yakin kan perih kan membunuh ku
Lupakan mu jauh
Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkan ku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku
Oooh....Lupakan mu jauh
Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkan ku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku
Jauh
Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkan ku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku
Rabu, 13 Mei 2009
TENTANG AKU, KAU, DAN DIA
Ini hanyalah cerita
Bukan apa, dan
bukan pula apa yang mereka kira.
Ini kisah...
tentang aku, kau dan dia yang terjaring kasih.
Tapi sayang semua hanya cerita
bukan realita, bukan sayang.
Kita hanya titik diantara kata yang tak sempat terlengkapi. Dan bahkan tak perlu ada dalam kalimat cerita itu. Karena kita sungguh berbeda dalam satu kata yang hendak tercipta andai semuanya akan baik-baik saja.
Terima kasih atas kisah, dan
terima kasih atas kasih yang selama ini kau beri.
Ini bukan salah kita, sebab memang kita memang tak bisa tuk rangkai asa-asa kita.
Kali ini hanya luka yang terasa. Lukamu, lukanya, dan lukaku yang teramat mengiris perasaan.
Selamat tinggal semuanya karena kita memang harus jalani perbedaan ini.
Bukan apa, dan
bukan pula apa yang mereka kira.
Ini kisah...
tentang aku, kau dan dia yang terjaring kasih.
Tapi sayang semua hanya cerita
bukan realita, bukan sayang.
Kita hanya titik diantara kata yang tak sempat terlengkapi. Dan bahkan tak perlu ada dalam kalimat cerita itu. Karena kita sungguh berbeda dalam satu kata yang hendak tercipta andai semuanya akan baik-baik saja.
Terima kasih atas kisah, dan
terima kasih atas kasih yang selama ini kau beri.
Ini bukan salah kita, sebab memang kita memang tak bisa tuk rangkai asa-asa kita.
Kali ini hanya luka yang terasa. Lukamu, lukanya, dan lukaku yang teramat mengiris perasaan.
Selamat tinggal semuanya karena kita memang harus jalani perbedaan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
